Kekuasaan KPU Seperti Representasi dari Allah

Kubu Prabowo-Hatta: Presiden Hasil KPU Representasi Tuhan

berita representatif

wpid-foto20kertas20suara20prabowo20hatta

Prabowo-Hatta (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Pemilihan Umum Presiden Tahun 2014 hanya mempunyai 2 pasang calon saja. Hal itu menyebabkan lebih banyak isu – isu dan teror – teror yang dilakukan oleh pendukung kedua belah pihak. Seperti pada Hasil hitung cepat (Quick Count) yang membuat masyarakat bingung. Hal itu disebabkan oleh Lembaga Survei yang mempunyai hasil hitung cepat yang berbeda – beda. Sebanyak 8 Lembaga Survei memenangkan pasangan nomer urut 2, Jokowi – JK. sedangkan, 4 Lembaga Survei lainnya menyatakan pasangan nomer urut 1 Prabowo – Hatta yang memenangi Pilpres.

Perbedaan dalam hitung cepat tersebut membuat Lembaga Survei menjadi tidak mau kalah, membenarkan hasil hitung cepat mereka sendiri. Seperti Direktur Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi menyatakan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) benar – benar melakukan kesalahan jika hasil perhitungannya berbeda dengan hitung cepat lembaganya.

Hal tersebut adalah salah satu teror yang dilakukan dalam Pemilu tahun ini dan hal itu sangat disayangkan oleh berbagai pihak, khususnya Kubu Prabowo – hatta. Anggota Tim Pemenangan, Ali Mochtar Ngabalin, menyatakan bahwa saat ini proses demokrasi masih berlangsung jadi jangan lagi menggunakan cara – cara teror untuk mempengaruhi persepsi masyarakat. “jangan menggunakan cara – cara mafia asing yang merusak jalannya survei demokrasi yang sedang berlangsung. Jangan pakai cara – cara teror untuk merusak demokrasi” tegas Ali di rumah Polonia, Jakarta, Senin 14 Juli 2014.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, kepercayaan ini harus diberikan penuh kepada KPU karena hanya lembaga ini yang bisa menentukan siapa yang akan menjadi pemenang pada Pilpres tahun 2014 ini. Ali bahkan menganalogikan KPU merupakan perpanjangan tangan tuhan. Hal itu diungkapkannya seperti ini “kita serahkan semua ke KPU sebagai representasi dari Allah karena tidak ada lagi kekuasaan kedua setelah tuhan, kecuali KPU yang menetapkan siapa Presiden.”

Karena itu, KPU harus terhindar dari berbagai tekanan dan teror yang dapat mengganggu kinerja dalam beberapa hari ke depan. Pria yang selalu mengenakan kopiah yang dililit sorban ini bahkan menyebut meneror KPU sama saja dengan meneror Tuhan.

Sumber : http://indonesia-baru.liputan6.com

Menurut saya komentar Ali Mochtar benar tetapi terlalu berlebihan. Tidak seharusnya kita menyamakan sebuah organisasi yang di dalamnya masih beranggotakan manusia sebagai representasi dari tuhan.

“Kita serahkan semua ke KPU sebagai representasi dari Allah Karena tidak ada lagi kekuasaan kedua setelah Tuhan, kecuali KPU yang menetapkan siapa presiden,” ujarnya.

Memang benar KPU yang memutuskan siapa yang akan terpilih menjadi presiden, tetapi tetap saja kita tidak boleh menyamakan Allah dengan apapun itu.

“Tidak ada yang punya kekuasaan selain Allah. Di dunia ini hanya satu-satunya KPU, jangan ente teror KPU, ente teror Tuhan namanya,” katanya.

Itu benar bila hanya KPU yang satu – satunya mempunyai kekuasaan di Indonesia dalam hasil pemilu, tetapi kita tidak boleh menyamakan kekuasaan KPU seperti kekuasaan Allah.

Dalam hal ini, kita boleh berkomentar apapun untuk menghilangkan hal – hal yang dapat membuat terror ke KPU karena seperti yang kita lihat kemarin, pemilu pada tahun ini penuh dengan persaingan karena hanya terdiri dari dua kandidat saja. Hal itu membuat terror dan isu tentang calon presiden menjadi lebih panas. Kita boleh berkomentar untuk mengurangi terror dan isu yang ada, tetapi sebaiknya kita lebih menjaga batasan pendapat dan bahasa kita dalam berkomentar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s